8 TRANSFER PESEPAKBOLA PALING MERUGIKAN SEPANJANG MASA

Bursa transfer bisa berubah menjadi sebuah bisnis yang kejam. Sejumlah uang yang besar diperlukan untuk memboyong para pemain top dunia melalui klub-klub lain dan dengan demikian, harapan para individu ini sering diukur dengan biaya transfer.

Pelayanan yang terbaik dalam bisnis sepakbola pada dasarnya menuntut kompensasi finansial yang cukup tinggi, tetapi beban terberat yang harus ditanggung klub sepakbola adalah memberikan sepaket gaji yang besar atau memboyong salah satu pemain sepakbola termahal di dunia.

Sama seperti jenis olahraga lainnya, para pesepakbola ini bekerja sembari membangun karir profesionalnya. Setelah pemain resmi pindah ke salah satu klub terbesar dan terkaya di dunia, yang harus ia lakukan selanjutnya adalah membangun karir.

Namun nyatanya, beberapa pesepakbola menikmati tahun kesuksesan dan memilih loyal dengan suatu klub sehingga nilai pasaran mereka mengalami depresiasi seiring berjalannya waktu. Para pesepakbola ini dapat mengganti nilai pasaran mereka dalam bentuk penghargaan, peluang komersial dan martabat sebelum memutuskan untuk gantung sepatu.

Sebaliknya, beberapa pemain ada yang kesulitan untuk beradaptasi dengan klub baru dan mereka pun harus berjuang ekstra keras untuk menyelamatkan karir mereka. Entah karena faktor dibekap cedera, masalah pribadi atau kurangnya kerjasama diantara rekan setimnya, pihak klub tentu tidak ingin mempertahankan ‘kayu mati’ di dalam skuadnya.

Ketika pemain mahal ini tidak bisa tampil baik, mereka akan dipinjamkan ke klub lain dalam upaya untuk memulihkan peforma mereka kembali atau mendorong mereka untuk keluar secara permanen. Situasi seperti ini tentu akan merusak dan melumpuhkan reputasi dan nilai pasar para pesepakbola profesional.

Dan inilah 8 transfer pesepakbola paling merugikan sepanjang masa, diantaranya adalah :

1. Kaka ke AC Milan – Rugi £ 45,5 juta

Rasanya sulit bagi kita untuk meragukan jika Kaka adalah salah satu pemain yang paling memukau di planet ini terutama pada masa kejayaannya yang berlangsung diantara tahun 2003 dan 2009 di AC Milan. Pesepakbola asal Brazil ini menarik perhatian Real Madrid karena ia memiliki kombinasi yang mengesankan seperti kecepatan, teknik and keterampilan.

Dan tentu saja pihak AC Milan tidak bisa menolak setumpuk uang yang diberikan Real Madrid senilai £ 45,5 juta dan pada bulan Juli 2009, Kaka resmi berseragam Los Blancos. Namun sayang, penampilan Kaka kala membela Real Madrid tidak sebaik di AC Milan bahkan bisa dibilang peformanya sangat jauh dari harapan. Pada bulan September 2013, Kaka yang berstatus bebas transfer akhirnya kembali ke AC Milan.

2. Fernando Torres ke AC Milan – Rugi £ 38,85 juta

Pada 27 Januari 2011, Chelsea berhasil mendatangkan striker produktif Liga Premier Fernando Torres senilai £ 40,95 juta dari Liverpool dan El Nino-pun membela The Blues selama 4 musim. Saat Chelsea mendatangkan Torres ke Stamford Bridge, banyak pihak yang mengira jika mereka akan menjadi salah satu klub terbaik kala itu.

Torres datang dengan bentuk yang sangat menjanjikan, namun seribu sayang, seiring berjalannya waktu ‘sihir’nya seolah sirna. Mimpi The Blues pun harus berakhir pada Januari 2015 ketika AC Milan membuat kesepakatan untuk membelinya secara permanen dan hanya membayar Chelsea senilai £ 2,1 juta.

3. Rio Ferdinand ke Queens Park Rangers – Rugi £ 32,2 juta

Permainan Manchester United seolah tak lagi sama sejak hengkangnya Rio Ferdinand pada bulan Juli 2014 lalu. Pada tahun 2002, Setan Merah harus rela merogoh uang senilai £ 32,2 juta untuk mendapatkan jasanya dari Leeds United sehingga membuatnya menjadi bek termahal di dunia kala itu.

Bersama Setan Merah, Ferdinand telah menyumbangkan 17 gelar bergengsi sebelum dirinya harus meninggalkan Old Trafford secara dramatis. Pesepakbola berusia 35 tahun ini pun akhirnya bergabung ke Queens Park Rangers dengan status bebas transfer dan bermain satu musim sebelum memutuskan untuk gantung sepatu.

4. Christian Vieri ke AC Milan – Rugi £ 31,5 juta

Christian Vieri adalah salah satu striker terbaik di dunia saat Inter Milan memboyongnya senilai £ 31,5 juta dari Lazio pada bulan Juli 1999 sehingga membuatnya menjadi striker termahal di dunia kala itu. Ia adalah seorang predator yang haus gol, terbukti striker Italia ini berhasil mengantongi masing-masing 17 gol di 6 jenis laga yang berbeda.

Sayang, ia pun harus bersitegang dengan pelatih Inter saat itu, Roberto Mancini sehingga membuat Mancini memutuskan kontraknya pada bulan Juli 2005. Saat ia berstatus bebas transfer, AC Milan pun dengan senang hati menampungnya.

5. Andriy Shevchenko ke Dynamo Kyiv – Rugi £ 30,31 juta

Andriy Shevchenko mendarat ke Chelsea setelah dibeli dari AC Milan senilai £ 35,7 juta dengan harapan bahwa ia akan mempertahankan kemampuan mencetak gol yang akan membangun reputasinya sebagai salah satu stiker paling mematikan di planet ini.

Stiker Ukraina ini mengemban tugasnya dengan baik di San Siro selama 7 tahun dan berhasil membukukan 173 gol. Saat ia sudah berseragam Chelsea, ia dianggap gagal untuk meneror dunia Liga Premier. Setelah 2 musim menghuni The Blues, Shevchenko dipinjamkan ke AC Milan dalam upaya untuk merangsang kembali naluri mencetak golnya – sebuah langkah untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Pada bulan Agustus 2009, ia mengakhiri hubungannya dengan Chelsea dan memilih pindah ke klub masa kecilnya yaitu Dynamo Kyiv. Di Kyiv, ia menghabiskan waktu selama 3 musim sebelum memutuskan untuk gantung sepatu.

6. Gaizka Mendieta ke Middlesborough – Rugi £ 30,1 juta

Saat membela Valencia, penampilannya menarik sejumlah klub-klub besar di tanah Eropa. Mendieta akhirnya bergabung ke Lazio dengan nilai transfer mencapai £ 33,6 juta guna mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh duo gelandang berbakat, Pavel Nedved dan Sebastian Veron.

Dia pun menghabiskan waktu satu musim penuh di Serie A, namun peformanya tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan. Ia pun dipinjamkan ke Barcelona lalu ke Middlesbrough dan dipatenkan olehnya hingga tahun 2004. Pada bulan Juli 2004, Mendieta yang saat itu berstatus bebas transfer harus hijrah ke AS Roma. Selama bertugas di AS Roma, ia selalu dibekap cedera dan akhirnya pensiun setelah masa kontraknya berakhir pada Mei 2008.

7. Rui Costa ke Benfica – Rugi £ 29,4 juta

Para pelatih umumnya sering membawa pemain favorit mereka ketika ia beralih untuk melatih klub lain. Rui Costa sering diisukan akan segera hengkang dari klub yang membesarkan namanya, Fiorentina. Saat Fatih Terim mengambil alih kepemimpinan AC Milan di musim 2000-01, ia membayar Fiorentina senilai £ 29,4 juta untuk mendatangkan Rui Costa ke San Siro dan tentu saja Fiorentina tidak menolak sebab klub tersebut sedang terkena krisis finansial.

 border=

Setelah mendarat ke San Siro, Rui Costa yang berlabelkan “gelandang termahal AC Milan kala itu” bermain selama 5 musim bersama Rossoneri dan memenangkan gelar Serie A, Piala Italia dan Liga Champions. Setelah AC Milan merekrut Kaka muda yang berbakat, posisi Rui Costa perlahan-lahan pun semakin tersingkirkan sehingga saat masa kontraknya sudah habis di AC Milan, ia pun memilih untuk hijrah ke Benfica.

8. Zlatan Ibrahimovic ke AC Milan – Rugi £ 35,5 juta

Salah satu pemain yang doyan gonta-ganti klub di bursa transfer sepanjang karirnya. Tidak perlu diragukan lagi jika Zlatan Ibrahimovic merupakan salah satu pesepakbola terunik yang pernah menghiasi dunia sepakbola. Dan tak heran juga apabila biaya transfernya di beberapa klub terbilang besar nominalnya. Total secara keseluruhan, nilai transfer Ibra bernilai £ 133,2 juta.

Barca yang saat itu jatuh hati dengan dirinya langsung menawarkan uang senilai £ 56,5 juta keatas meja Inter Milan pada musim panas 2009. Ketika membela Barca, ia sempat bersitegang dengan sang pelatih Pep Guardiola yang akhirnya memaksa Ibra harus mencari rumah baru. Pada tahun 2010, AC Milan berhasil membawanya dari tangan Barca dengan tawaran senilai £ 21 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *